Fortinet Raih Sertifikasi AV-Comparatives 2026: Keamanan EDR

Mengapa Fortinet Raih Sertifikasi AV-Comparatives 2026?

Lanskap ancaman siber saat ini terus berkembang dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Serangan modern tidak lagi hanya mengandalkan malware sederhana untuk merusak sistem. Sebaliknya, penyerang sering kali menggunakan serangkaian aktivitas bertahap yang dirancang khusus untuk menghindari deteksi dini.

Strategi ini mencakup upaya peningkatan hak akses, pencurian kredensial, hingga perpindahan antar sistem secara tersembunyi. Dalam kondisi kritis ini, setiap organisasi membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan pencegahan tradisional. Mereka sangat memerlukan visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas ancaman yang berlangsung di dalam jaringan internal.

Sebagai solusi nyata, Fortinet mengumumkan bahwa FortiEDR berhasil memperoleh sertifikasi AV-Comparatives 2026 EDR Detection Validation Test. Sertifikasi bergengsi ini membuktikan kemampuan FortiEDR dalam memberikan deteksi, telemetri, dan visibilitas yang kuat terhadap berbagai skenario serangan bertingkat atau multistage attack. Seluruh kemampuan canggih ini juga tersedia dalam platform FortiEndpoint.

Memahami AV-Comparatives EDR Detection Validation Test

AV-Comparatives merupakan lembaga penguji independen yang diakui secara global dalam menilai efektivitas solusi keamanan siber. Berbeda dengan uji antivirus konvensional, tes ini berfokus pada kemampuan operasional sebuah sistem keamanan.

EDR Detection Validation Test secara khusus menilai kemampuan sebuah solusi dalam mendeteksi dan mengumpulkan telemetri. Pengujian ini juga mengukur efektivitas dalam memberikan konteks operasional untuk mendukung investigasi ancaman yang kompleks. Seluruh skenario pengujian didasarkan pada kerangka kerja MITRE ATT&CK yang sangat kredibel.

Metodologi ini memetakan teknik-teknik yang sering digunakan penyerang di dunia nyata. Tujuan utamanya adalah memastikan tim keamanan dapat memahami serta merekonstruksi rantai serangan secara akurat berdasarkan data yang diberikan oleh solusi EDR tersebut.

Hasil Gemilang FortiEDR dalam Pengujian

Dalam evaluasi tahun 2026, Fortinet menunjukkan performa impresif. FortiEDR mampu memberikan visibilitas tinggi terhadap sebagian besar tahapan serangan yang disimulasikan oleh tim penguji.

  • Tingkat deteksi: Berhasil memvalidasi 12 dari 14 tahapan serangan kompleks.
  • Korelasi alert: Mampu mengorelasikan 19 alert keamanan dengan akurat.
  • Signal-to-noise: Menangani 4 dari 5 skenario gangguan dengan sangat efisien.

Hasil ini secara resmi melampaui persyaratan ketat dari AV-Comparatives. Standar minimal mereka adalah visibilitas terhadap setidaknya dua pertiga tahapan serangan, namun solusi dari Fortinet membuktikan performa yang jauh lebih unggul di atas standar tersebut.

Simulasi Serangan dan Kemampuan Deteksi

AV-Comparatives menggunakan 14 langkah simulasi serangan yang sangat realistis. Skenario ini mencakup taktik seperti Spear Phishing, Process Injection, hingga Lateral Movement yang sering dilakukan oleh kelompok Advanced Persistent Threat (APT).

Menurut laporan hasil evaluasi, Fortinet memperlihatkan visibilitas yang sangat kuat pada aktivitas berbahaya. Beberapa kemampuan deteksi yang mendapatkan apresiasi khusus antara lain:

  • Rundll32.exe Malicious Execution: Identifikasi eksekusi file berbahaya dengan presisi.
  • Process Injection Visibility: Mendeteksi penyisipan kode asing ke dalam proses yang tampak sah.
  • Scheduled Task Persistence: Mengungkap upaya penyerang untuk mempertahankan akses ilegal ke sistem.
  • Lateral Movement Detection: Menemukan pergerakan mencurigakan penyerang saat berpindah antar endpoint.

Kemampuan ini sangat vital bagi tim Security Operations Center (SOC) untuk melakukan respons cepat. Tanpa visibilitas mendalam, organisasi mungkin tahu bahwa mereka diserang, namun mereka tidak akan memahami langkah mitigasi yang tepat.

FortiEndpoint: Platform Keamanan Terintegrasi

Penting untuk dicatat bahwa keunggulan ini hadir pula dalam platform FortiEndpoint. Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk mengonsolidasikan berbagai fungsi keamanan dalam satu agen tunggal. Fitur-fiturnya meliputi perlindungan endpoint (EPP), ZTNA, VPN, serta kemampuan Threat Hunting berbasis AI.

Dengan menggabungkan berbagai fungsi, organisasi dapat mengurangi kompleksitas operasional secara signifikan. Selain itu, hal ini juga mampu menurunkan Total Cost of Ownership (TCO) dalam pengelolaan infrastruktur keamanan IT perusahaan.

Kesimpulan

Keberhasilan meraih sertifikasi AV-Comparatives 2026 menegaskan posisi Fortinet sebagai pemimpin dalam solusi keamanan endpoint modern. Di era serangan siber yang kian canggih, memiliki solusi yang mampu memblokir sekaligus memahami rantai serangan adalah sebuah keharusan.

Dengan kombinasi deteksi perilaku, telemetri mendalam, dan respons otomatis, Fortinet membantu tim keamanan dalam menanggulangi ancaman sebelum dampak kerusakan meluas. Ini adalah investasi cerdas bagi setiap organisasi yang memprioritaskan ketahanan siber di masa depan.

Fortinet Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Fortinet. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.