Dalam beberapa tahun terakhir, keberlanjutan (sustainability) bukan lagi sekadar nilai tambah—melainkan telah menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan bisnis, termasuk dalam industri teknologi dan cybersecurity. Organisasi kini tidak hanya dituntut untuk aman secara digital, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari infrastruktur yang mereka gunakan.
Melihat tren ini, Fortinet mengambil langkah strategis dengan memperluas sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) secara global pada portofolio produknya. Langkah ini menandai perubahan penting: dari sekadar klaim sustainability menjadi data yang terukur, terverifikasi, dan dapat diaudit.
Apa Itu EPD dan Mengapa Penting?
EPD (Environmental Product Declaration) adalah laporan standar yang diverifikasi pihak ketiga dan mengukur dampak lingkungan suatu produk sepanjang siklus hidupnya—mulai dari bahan baku hingga pembuangan akhir.
Berbeda dengan label ramah lingkungan biasa, EPD memberikan data komprehensif seperti:
-
Jejak karbon (carbon footprint)
-
Konsumsi energi
-
Penggunaan air
-
Dampak terhadap sumber daya
Standar ini diatur oleh International Organization for Standardization melalui ISO 14025, sehingga memastikan transparansi dan konsistensi antar vendor.
Dengan kata lain, EPD bukan sekadar “klaim hijau”—tetapi bukti berbasis data yang bisa dibandingkan secara objektif.
Langkah Besar Fortinet dalam Sertifikasi Global
Fortinet mencapai tonggak penting dengan sertifikasi EPD untuk seri firewall:
-
FortiGate 90G Series
-
FortiGate 50G Series
-
FortiGate 40F Series
Dengan pencapaian ini, Fortinet menjadi vendor cybersecurity pertama yang memiliki EPD global untuk tiga lini produk firewall utama sekaligus.
Semua sertifikasi ini didasarkan pada:
-
Life Cycle Assessment (LCA)
-
Product Category Rules (PCR)
-
Verifikasi pihak ketiga
Artinya, data yang dihasilkan bukan estimasi, melainkan hasil pengukuran yang dapat dipercaya.
Mengapa Sustainability Menjadi Kebutuhan Bisnis?
Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Saat ini, banyak faktor mendorong organisasi untuk memprioritaskan sustainability:
1. Regulasi Global
Regulasi seperti Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) dan Digital Product Passport (DPP) mewajibkan perusahaan melaporkan dampak lingkungan mereka.
2. ESG dan Supply Chain Transparency
Perusahaan kini harus melaporkan:
-
Emisi Scope 3 (dari supply chain)
-
Dampak lingkungan vendor
-
Efisiensi energi
Tanpa data seperti EPD, hal ini hampir mustahil dilakukan.
3. Persyaratan Procurement
Banyak organisasi—terutama sektor publik dan enterprise besar—mulai mensyaratkan:
-
Data sustainability terverifikasi
-
Transparansi produk
-
Kepatuhan terhadap standar global
Vendor tanpa data ini berisiko:
-
Tidak lolos tender
-
Membutuhkan audit tambahan
-
Kehilangan peluang bisnis
Dampak Langsung pada Infrastruktur Cybersecurity
Cybersecurity sering dianggap “tidak berdampak lingkungan,” padahal kenyataannya:
-
Digunakan di data center
-
Beroperasi 24/7
-
Mengonsumsi energi tinggi
-
Memerlukan pendinginan
Dengan adanya EPD, organisasi dapat memahami dampak dari perangkat seperti firewall secara menyeluruh.
Hubungan Antara Sustainability dan Efisiensi Operasional
Menariknya, sustainability bukan hanya soal lingkungan—tetapi juga efisiensi bisnis.
Contohnya pada FortiGate 90G:
1. Konsumsi Energi Lebih Rendah
Desain hardware yang efisien mengurangi biaya listrik dan kebutuhan pendinginan.
2. Konsolidasi Infrastruktur
Satu perangkat dapat menggantikan beberapa appliance:
-
Firewall
-
SD-WAN
-
Security functions
Hasilnya:
-
Mengurangi penggunaan rack
-
Menurunkan konsumsi energi
-
Menyederhanakan manajemen
3. Siklus Hidup Lebih Panjang
Perangkat dirancang untuk bertahan lebih lama, sehingga:
-
Mengurangi e-waste
-
Mengurangi biaya penggantian
4. Mendukung ESG Reporting
Data EPD membantu:
-
Audit
-
Compliance
-
Pelaporan sustainability
Semua ini berdampak langsung pada Total Cost of Ownership (TCO).
Perbandingan: Pendekatan Lama vs Berbasis EPD
| Aspek | Pendekatan Lama | Pendekatan EPD |
|---|---|---|
| Data lingkungan | Tidak jelas | Terverifikasi |
| Transparansi | Rendah | Tinggi |
| Compliance | Sulit | Lebih mudah |
| Procurement | Berdasarkan klaim | Berdasarkan data |
| Risiko | Tinggi | Lebih terkontrol |
Mengapa Ini Menjadi Keunggulan Kompetitif?
Sustainability kini bukan hanya tanggung jawab—tetapi juga keunggulan kompetitif.
Organisasi semakin memilih vendor yang:
-
Transparan
-
Memiliki data terverifikasi
-
Mendukung tujuan ESG
Dalam banyak kasus, sustainability bahkan menjadi faktor penentu dalam:
-
Tender pemerintah
-
Industri keuangan
-
Healthcare
Vendor tanpa EPD akan tertinggal karena tidak bisa memenuhi standar ini.
Strategi Fortinet ke Depan
Fortinet tidak berhenti pada satu produk. Strateginya adalah:
-
Memperluas EPD ke lebih banyak produk
-
Mengintegrasikan sustainability ke seluruh lifecycle
-
Menyelaraskan data dengan kebutuhan hybrid infrastructure
Pendekatan ini memastikan bahwa pelanggan mendapatkan:
-
Data yang konsisten
-
Insight yang dapat ditindaklanjuti
-
Dukungan untuk compliance global
Kesimpulan
Langkah Fortinet dalam memperluas sertifikasi EPD menunjukkan bahwa sustainability telah menjadi bagian inti dari strategi teknologi modern.
Di era di mana:
-
Regulasi semakin ketat
-
Transparansi semakin penting
-
ESG menjadi prioritas
Data yang terverifikasi menjadi pembeda utama.
Ke depan, organisasi tidak hanya akan memilih solusi yang paling aman—tetapi juga yang paling bertanggung jawab secara lingkungan.
Dan dalam konteks ini, EPD bukan sekadar dokumen—melainkan fondasi baru dalam pengambilan keputusan teknologi.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Fortinet Indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi fortinet.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut !
